Sukses

Kisah Rumah Angker yang Dipercaya Tempat Jin Haus Darah

Liputan6.com, Semarang- Sebuah rumah tua yang terletak di Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menyimpan kisah mistis yang cukup terkenal, hingga dikenal sebagai rumah angker. Dikutip dari berbagai sumber banyak warga sekitar melihat penampakan wanita tua berkerudung, serta wanita cantik yang terkadang tampak penuh darah di rumah angker.

Suara-suara aneh dan bau anyir juga sering tercium saat melewati rumah angker yang mewah dan cukup besar itu. Bau anyir yang sering muncul menurut warga setempat, adalah gambaran para penghuni jin yang haus darah.

Sedangkan penampakan seperti nenek-nenek, pocong dan kuntilanak sebenarnya adalah makhluk mistis yang berbentuk tinggi besar, memiliki kulit seperti sisik ular dan berekor.

Bahkan yang lebih mengerikan, ada sebuah gudang di bagian belakang rumah yang pintunya tidak dapat dibuka, padahal warga setempat telah meminta bantuan tukang kunci. Diduga gudang tersebut menjadi tempat tinggalnya raja hantu rumah mewah itu.

Mendapati banyak kejadian janggal dirumah itu, warga setempat pun berinisiatif memanggil seorang ahli supranatural. Sang ahli supranatural itu pun secara khusus meminta warga untuk tidak mendekati rumah tersebut, lantaran kuatnya energi negatif dari dalam rumah tersebut.

Konon, pemilik rumah itu bekerja sama dengan makhluk mistis untuk cepat menjadi kaya. Keluarga yang memiliki lima orang anak itu awalnya hidup dalam himpitan ekonomi.

Setelah mencari dukun dan bersekutu dengan makhluk mistis, keluarga itu pun akhirnya mendapatkan kekayaan dalam waktu singkat. Mereka membangun rumah mewah di sekitar Jalan Magelang, dan pohon Gayam yang berada di sana ditebang.

Pemilik rumah angker memiliki tempat khusus untuk berkomunikasi dengan makhluk mistis di ruang belakang. Namun pada akhirnya, satu demi satu anggota keluarga itu meninggal dunia diduga menjadi korban makhluk mistis tersebut, termasuk istri dan sang suami yang melakukan ritual pesugihan.

(Tifani)

Saksikan video pilihan berikut ini: