Sukses

Heboh 5 Orang Tewas Tertimbun Longsor Lebaklarang Pekalongan, Ini Faktanya

Liputan6.com, Pekalongan - Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasubsi PIDM Sihumas Ipda Tamerin, S.H., mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa bijaksana dalam menggunakan media sosial (medsos) dengan tidak menyebarluaskan berita atau informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Seperti beredarnya sebuah foto dan chattingan di sebuah media sosial di aplikasi WhatsApp (WA) insiden tanah longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada hari Rabu (19/1//2022) yang mengakibatkan 5 orang tertimbun longsor dan meninggal dunia.

Faktanya informasi tersebut adalah tidak benar atau Hoaks. setelah ditelusuri bahwa pesan tersebut adalah berita bohong yang beredar melalui aplikasi chat WhatsApp (WA)

Kasubsi PIDM Sihumas Ipda Tamerin, S.H., menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana alam tanah longsor seperti yang viral di medsos dan beredar di grup-grup whatsaap (WA) tersebut.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

2 dari 2 halaman

Longsor di Lebaklarang

“Memang benar beberapa hari lalu telah terjadi bencana tanah longsor di wilayah Lebakbarang, dan dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, namun hanya kerugian material saja,”ucapnya, Minggu (23/1/2022)

Lebih lanjut dikatakan Ipda Tamerin bahwa, pihaknya melalui Polsek Lebakbarang sudah melakukan konfirmasi kepada para kepala desa di kecamatan Lebakbarang, dan dipastikan pada saat kejadian bencana tanah longsor tersebut tidak ada korban jiwa, ujarnya.

Untuk itu, pihaknya pun mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dengan kabar yang belum tentu kebenarannya.

“Kami meminta kepada semua pihak terutama pengguna media sosial agar lebih bijak dalam menyebarkan berita. Setiap informasi sebaiknya disaring dulu dan cek kebenarannya, sebelum di sharing,” lanjutnya.