Sukses

2 Sampel WGS Asal Banyumas Dikirim ke Lab Semarang, Omicron?

Liputan6.com, Banyumas - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akan segera mengirim dua sampel whole genome sequence (WGS) ke Balai Laboratorium Kesehatan Semarang guna mengantisipasi kemungkinan adanya penularan COVID-19 varian Omicron.

"Rencananya sampel WGS akan dikirim ke Semarang besok (24/1) pagi karena kalau hari ini, Ahad, kayaknya tutup," kata Bupati Banyumas Achmad Husein didampingi Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas Sadiyanto dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Banyumas Arif Sugiono di Purwokerto, Banyumas, Ahad, dikutip Antara.

Ia mengatakan sampel WGS tersebut berasal dari dua pasien positif COVID-19 yang ditemukan di Banyumas pada hari Jumat (21/1).

"Pada hari Jumat (21/1), ada lima kasus positif baru yang ditemukan di Banyumas. Namun sampel WGS yang dikirim untuk menjalani pemeriksaan hanya dari dua orang," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas Sadiyanto mengatakan lima kasus positif baru yang ditemukan pada hari Jumat (21/1), terdiri atas dua orang yang memiliki riwayat perjalanan dari luar Banyumas dan tiga orang tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar Banyumas.

"Kalau kasus positif aktif di Banyumas per tanggal 21 Juli 2022 ada 10 orang, yakni satu orang dirawat di RS Siaga Medika Banyumas, dua orang dirawat di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto, dan tujuh orang menjalani isolasi mandiri. Hari Sabtu (22/1) tidak ada kasus positif baru," katanya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan Ini:

2 dari 2 halaman

Alasan WGS Dikirim

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Banyumas Arif Sugiono mengatakan dari dua sampel WGS yang akan menjalani pemeriksaan laboratorium itu, salah satunya merupakan warga Sokaraja yang memiliki perjalanan dari wilayah Jakarta atau Tangerang, sedangkan satu sampel lainnya berasal dari warga yang tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar Banyumas.

Menurut dia, pemeriksaan sampel WGS tersebut dilakukan karena nilai cycle threshold (CT) value dari dua pasien COVID-19 itu kurang dari 30.

"Oleh karena nilai CT value-nya kurang dari 30, maka kami kirim (sampel untuk WGS) untuk kehati-hatian, mudah-mudahan negatif. Mudah-mudahan bukan karena Omicron," katanya.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Banyumas, pada periode 1-22 Januari 2022 tercatat sebanyak 18 orang yang terkena COVID-19, delapan orang di antaranya telah sembuh, sehingga masih ada 10 kasus positif aktif. Pada periode yang sama tidak ada kasus kematian akibat COVID-19 di Kabupaten Banyumas.

Sementara cakupan vaksinasi dosis pertama secara kumulatif di Banyumas per tanggal 22 Januari 2022 berdasarkan data riil/manual telah mencapai 1.266.710 atau 90,58 persen dari target 1.398.427 sasaran, sedangkan berdasarkan data Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mencapai 1.254.513 orang atau 89,71 persen dari target 1.398.427 sasaran.

Cakupan vaksinasi dosis pertama bagi warga lanjut usia berdasarkan data KPCPEN mencapai 139.466 orang atau 71,85 persen dari target 194.112 sasaran.

Cakupan vaksinasi dosis pertama bagi anak usia 6-11 tahun berdasarkan data KPCPEN mencapai 148.265 anak atau 93,58 persen dari target 158.442 sasaran, sedangkan berdasarkan data riil sebanyak 158.609 atau 100,1 persen dari target 158.442 sasaran.