Sukses

Bikin Gempar Karena Buang Bayi di Depan Rumah Warga, SP Diamankan Polres Pekalongan

Liputan6.com, Pekalongan - Kalau sudah panik, seseorang bisa melakukan apapun. Satu di antaranya adalah menyembunyikan sesuatu yang mungkin kurang dianggap baik oleh sang pelaku, tapi malah bikin geger.

Itulah yang terjadi dengan seorang warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), berinisial SP. Entah apa yang dalam pikirannya, ia justru membuang baji berjenis kelami laki-laki.

Perbuatan SP membuat gempar, karena membuang bayi di depan rumah seorang warga Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Bagaimana tidak menghebohkan, karena situasi tersebut tak pernah terjadi sebelumnya di kawasan perkampungan tersebut.

Pihak kepolisian sektor (Polsek) Sragi menerima laporan warga terkait keberadaan bayi laki-laki tersebut pada akhir pekan lalu. Berdasarkan keterangan, bayi tersebut ditemukan pada Sabtu (2/4/2022) pagi pukul 05.00 WIB.

Tentu saja, sang penemu yang tak disebutkan identitasnya, merasa kaget dan khawatir. Ia bergegas menginformasikan ke para tetangga, yang kemudian berinisiatif meneruskan ke Polsek Sragi.

 

2 dari 2 halaman

Gerak Cepat

Mendapat kabar tersebut, pihak Polsek Sragi bergerak cepat. Mereka membentuk tim yang bertugas menelusuri segala kemungkinan atau petunjuk agar bisa menangkap si pelaku.

Seperti dirilis Polres Pekalongan, tim tersebut bergerak cepat dan hanya dalam rentang 24 jam, berhasil menangkap pelaku pembuangan bayi, yakni berinisial SP (28). "Kami sudah mengamankan terduga pelaku seorang perempuan berinisial SP, 28 tahun yang merupakan warga Kec. Bojong Kab. Pekalongan,” jelas Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria S.H., S.I.K., M.H.

Arief Fajar Satria mengungkapkan, sejak penemuan bayi tersebut, polisi langsung bergerak taktis. Mereka melakukan penyelidikan mulai dari olah tempat kejadian perkara, hingga mencari saksi.

Pada akhirnya, polisi berhasil mendapatkan titik terang yang menjadi terduga pelaku. Polisi menangkap SP di rumahnya, tanpa ada perlawanan. “Saat ini pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa itu apakah ada pihak lain yang terlibat,” sebut Arief Fajar Satria.