Sukses

Dinkes Pastikan Hepatitis Akut Belum Ditemukan di Jateng: Tetap Waspada dan Jaga Kesehatan

Liputan6.com, Semarang Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pastikan Hepatitis akut misterius yang sempat menggegerkan masyarakat, belum ada di Jateng. Namun begitu, Dinkes Jateng mengimbau kepada setiap fasilitas kesehatan dan rumah sakit untuk tetap bersiaga terkait kasus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng Yunita Dyah Suminar mengatakan untuk saat ini belum ditemukan kasus tersebut.

"Jateng sampai pagi ini belum ada RS atau faskes yang melaporkan kedatangan pasien dengan gejala hepatitis yang belum ketahuan etiologinya apa," kata Yunita, Selasa (10/5/2022).

Untuk mendeteksi keberadaan kasus tersebut, Yunita mengatakan berbeda dengan pelacakan Covid-19. Dia pun menjelaskan bahwa untuk Hepatitis akut ini masih melihat dengan gejala yang dialami oleh pasien yang mengalami penyakit tersebut.

"Untuk tracing, kalau dia (Hepatitis Akut) bergejala, harus bergejala dulu. kalau Covid dengan swab. Sehingga kalau mereka (pasien penderita), datang ke faskes baru kita bisa melihat itu," jelasnya.

Sementara, Yunita menyampaikan untuk saat ini yang sudah tersuspek Hepatitis Akut itu berada di daerah Jawa Timur yang sudah ada hampir ratusan. Untuk Jateng sendiri, dia tegaskan belum ada.

"Di Jatim ada 147 (suspek), di Jateng belum," ungkapnya.

Dengan melihat kasus tersebut, Dinkes Jateng masih terus berkomunikasi dengan beberapa pihak sebagai langkah waspada.

"Provinsi Jateng, sudah buat edaran dari sekda atas nama gubernur kepada sekda kabupaten kota untuk mewaspadai itu," jelasnya.

 

2 dari 2 halaman

Pesan Ganjar Pranowo

Yunita mengharapkan setiap kabupaten kota di Jateng untuk tidak terlalu panik menanggapi kasus tersebut. Tidak hanya itu, pihaknya juga masih gencar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Dengan ada surat edaran, supaya tidak gagap saat menerima pasien-pasien itu. Kita juga berikan info ke masyarakat secara luas melalui medsos, elektronik, dan melalui RS," ujarnya.

Dia pun juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak merasa panik menanggapi kasus tersebut. Namun diminta untuk tetap waspada.

"Saat ini supaya waspada saja, anak-anak 1 bulan sampai 16 tahun, jangan panik, kalau ada gejala langsung ke faskes," ujarnya.

Senada dengan hal itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga meminta masyarakat untuk bisa lebih menjaga pola kehidupan yang sehat dan bersih. Ganjar juga meminta masyarakat untuk juga menjalankan protokol kesehatan. Menurut Ganjar, dengan memperketat prokes juga bisa menghindari kasus tersebut.

"Jaga kesehatan anak, cuci tangan, tidak di tempat anak-anak berkerumun di keramaian. Yang balita-balita, saya minta dilakukan selengkap mungkin percepatan imunisasi. Menjaga prokes kesehatan. Termausk masker ini penting untuk dua hal, menanggulangi dua hal, satu Covid dan satu penularan ke balita, maka kita minta minta orang tua untuk memperhatikan cara hidup bersih," pesan Ganjar.