Sukses

9 Langkah Cegah serta Atasi Penyakit Mulut dan Kuku : Setop Lalu Lintas

Liputan6.com, Semarang - Indonesia tengah mewaspadai wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal itu terlihat ketika Presiden Jokowi secara khusus meminta seluruh pemerintah daerah, kementerian pertanian sampai kapolri, memberikan perhatian.

Apalagi di kalangan publik, sudah ada kekhawatiran bakal merebak. Satu di antara yang menjadi kenyataan adalah kejadian di Jawa Timur. Seperti dirilis situs Ditjen PKH Kementerian Pertanian, PMK sudah terdeteksi di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan.

Secara khusus, Kementan mengaku sudah secara aktif melakukan upaya pencegahan terjadinya penyebaran dan tracing penyakit ini. Menurut Nasrullah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, fasilitas dua laboratorium sudah aktif. Ia merujuk pada Lab Balai Besar Veteriner Wates dan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, yang dijadikan tempat penelitian rujukan PMK.

Nasrullah menjelaskan, kasus di Jatim mencuat setelah hasil pemeriksaan PCR menunjukkan positif PMK. Saat itu juga, pihaknya telah melakukan rapat kordinasi bersama Gubernur Jatim dan 4 Bupati wilayah kasus PMK.

Keberadaan wabah PMK mendapat sorotan dari berbagai pihak, satu di antaranya Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI). Ketua Umum PPSKI, Nanang Purus Subendro menyebut ada beberapa imbauan dari pihaknya untuk pemerintah agar bisa secepat mungkin membatasi persebaran PMK, bahkan menyudahi wabah ini.

 

2 dari 2 halaman

Poin-Poin Penting

Secara khusus, ia berharap pemerintah bisa proaktif melakukan serangkaian aktivitas preventis. Tak hanya itu, bisa negara bisa juga meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang mungkin melakukan sesuatu yang merugikan terkait munculnya PMK ini. "Juga stop impor daging dari India," tegas Nanang Purus Subendro.

Pada rilis yang diterima Liputan6.com, PPSKI memberikan beberapa usulan yang sifatnya imbauan kepada pemerintah dalam menangani wabah PMK. Berikut ini poin-poin tersebut :

1. Stop lalu lintas ternak antar kabupaten/kota.

2. Stop lalu lintas produk-produk pertanian mentah maupun olahan.

3. Pengawasan transportasi ketat, yaitu terutama kendaraan dan manusia yang akan keluar dari daerah wabah.

4. Tutup pasar hewan di daerah wabah.

5. Bentuk segera pos-pos pemeriksaan untuk lalu lintas hewan ternak, dan produkproduk pertanian mentah ataupun olahan.

6. Segera dilakukan biosurveillance serempak pada semua Hewan Ternak yangmungkin dapat tertular PMK.

7. Harus dapat diisolasi FMD Virus, ditentukan serotype-nya, dilakukan sequencingdan phylogenetic.

8. Lakukan vaksinasi dan ring vaksinasi dengan seed FMDV yang sesuai dengan isolat FMDV yang bersirkulasi.

9. Dilakukan disinfektansia dengan pH asam (pH dibawah 4) atau pH basa (pH diatas 11) di daerah dan di luar sekitar wabah.