Sukses

Dinkes Kota Semarang Siapkan Faskes untuk Antisipasi Hepatitis Akut Misterius

Liputan6.com, Semarang Menanggapi hepatitis akut misterius, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang akan siapkan fasilitas kesehatan dan rumah sakit. Sebagai langkah antisipasi virus tersebut.

Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam mengatakan, seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kota Semarang sudah disiagakan guna menanggani bila ditemukan kasus hepatitis akut misterius.

"Semenjak adanya surat edaran dari kementerian kesehatan berkaitan dengan penyakit hepatitis, kita langsung sampaikan ke temen-temen untuk menyiagakan kewaspadaan dini melalui puskesmas bahkan rumah sakit," kata Abdul Hakam, Selasa (10/5/2022).

Hakam menyebut langkah tercepat yang bisa dilakukan oleh pihaknya yaitu dengan menyiagakan petugas puskesmas untuk mengedukasi pencegahan penyakit tersebut kepada masyarakat.

"Edukasi tersebut selama lebaran melalui posko dan melalui media sosial supaya masyarakat tahu," ujarnya.

Meskipun, untuk saat ini di kota Semarang sendiri belum ditemui kasus hepatitis akut, dia berharap masyarakat kota Semarang untuk selalu waspada dengan cara disiplin prokes terutama untuk anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Kemudian untuk gejala hepatitis misterius ini gejalanya seperti mual, muntah, diare dll.

"Semarang masih kosong, namun tetap jaga prokes," katanya

Namun Hakam menyebut jika ada salah satu warga yang memang terindikasi penyakit tersebut dalam kondisi darurat untuk segera menangani dengan cara menghubungi nomor layanan kesehatan DKK Semarang

"Pelayanan 24 jam, kalau ada yang terjangkit langsung harapan saya langsung ditangani," ujarnya

 

2 dari 2 halaman

Masyarakat Jangan Panik

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit untuk selalu memantau dan memastikan pelayanan kesehatan tersebut.

"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada laporan terkait dengan penyakit Hepatitis, kami akan selalu berkoordinasi dengan pihak rumah sakit," ujarnya

Maka dari itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik terkait penyakit tersebut. Pasalnya rumah sakit di kota Semarang sudah siap dijadikan rujukan bagi masyarakat yang memang terindikasi penyakit tersebut .

"Jangan menunggu gejala lanjutan seperti kulit dan mata kuning agar tidak terlambat. Jika terjadi penurunan kesadaran segera bawa anak ke RS dengan fasilitas ICU anak," paparnya.

Sementara, Dinas Kesehatan (Dinkes Jateng) Provinsi Jawa tengah, Dyah Yunita Sumirah mengatakan setiap kabupaten kota di Jateng untuk tidak terlalu panik menanggapi kasus tersebut. Tidak hanya itu, pihaknya juga masih gencar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Dengan adanya surat edaran, supaya tidak gagap saat menerima pasien-pasien itu. Kita juga berikan info ke masyarakat secara luas melalui medsos, elektronik, dan melalui RS," ujarnya.

Dia pun juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak merasa panik menanggapi kasus tersebut. Namun diminta untuk tetap waspada.

"Saat ini supaya waspada saja, anak-anak 1 bulan sampai 16 tahun, jangan panik, kalau ada gejala langsung ke faskes," ujarnya.