Sukses

Kapolda Jateng Siapkan Ratusan Personel Amankan Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Liputan6.com, Magelang Menyambut Perayaan Tri Suci Waisak secara nasional yang akan dilakukan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi akan siapkan ratusan personel untuk mengamankan perayaan tersebut guna berjalan secara lancar. Tak hanya itu, Kapolda Jateng juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan bahwa jajarannya siap mengamankan perayaan Waisak yang jatuh pada hari Senin, 16 Mei 2022 nanti.

"Ada sekitar 900 personel Polda Jateng yang siap amankan Waisak. Tapi perlu saya tekankan pada umat Buddha yang akan beribadah dan para pengunjung agar patuh protokol kesehatan. Terutama pakai masker," kata Kapolda usai audiensi dengan perwakilan umat Buddha, Rabu (11/5/2022).

Sementara, untuk perayaan sendiri Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah, Tanto Harsono menyampaikan, perayaan Waisak 2563 tahun 2022 pada tanggal 16 Mei nanti, akan diikuti ribuan umat Buddha di pelataran Candi Borobudur.

“Kami ada pemeriksaan suhu, hand sanitizer, dan masker tambahan. Termasuk relawan yang akan membantu acara kami,” kata Tanto

Dalam pelaksaan sendiri, Tanto mengatakan pihaknya akan tetap membatasi para jemaah yang hadir di sana. Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberlakukan sistem zonasi. Mengingat Kabupaten Magelang sendiri, saat ini masih pada PPKM Level 2.

“Di zona satu nanti kami batasi hanya 1.200 orang. Tapi seandainya melebihi, silakan bisa ikut di zona dua, di sana ada screen LED dan tenda,” lanjutnya.

Untuk pengamanan peribadahan yang dilakukan secara nasional mendapat dukungan dari beberapa pihak termasuk segenap Forkompimda Magelang. Tanto menyebut, baik Kapolres, Dandim, Polsek dan Koramil setempat akan melakukan pengamanan selama kegiatan ibadah berlangsung.

 

2 dari 2 halaman

Ada Pelepasan Lampion

Untuk rangkaian perayaan Waisak telah berlangsung sejak Sabtu (7/5/2022). Yakni diawali dengan melakukan karya bakti di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang.

“Selanjutnya akan melakukan ritual Kejawen di tiga candi, yaitu Candi Pawon, Mendut, dan Borobudur pada hari ini,” jelas Tanto.

Kemudian pada tanggal 13 Mei, bakti sosial juga berlangsung di Wisma Bikku Jayawijaya Kaloran, Temanggung dan Tuntang, Kabupaten Semarang.

“Kami juga ada ritual Selametan di Api Abadi Mrapen tanggal 13 Mei, jam 18.00 WIB. Walaupun kami Buddha, umat kami masih banyak yang adat Kejawen juga,” ungkapnya.

Api akan dibawa ke Candi Mendut untuk disakralkan. Selain itu, aka nada ritual pengambilan air suci di umbul Jumprit, Temanggung.

“Air suci dari Jumprit juga akan kami sakralkan di Mendut,” kata Tanto.

Mengusung tema ‘Jalan Kebijaksanaan menuju Kebahagiaan’ perayaan Waisak tahun ini juga akan melakukan pelepasan lampion untuk memeriahkan acara.

“Nanti tanggal 16 Mei jam 19.30 dan jam 21.00 WIB ada pelepasan lampion. Kami terbuka untuk siapa saja yang mau ikut pelepasan lampion,” pungkasnya.