Sukses

Resmikan SLB 1 Demak, Ganjar: Satu Harapan, Anak-anak Kita Mandiri

Liputan6.com, Demak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara langsung meresmikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Demak. Dengan adanya sekolah itu, Ganjar beraharap bisa memberikan ruang anak berkebutuhan khusus atau disabilitas juga bisa mendapatkan pendidikan yang baik.

Dalam acara tersebut, Ganjar didampingin oleh Bupati Demak, Eisti’anah dan Kepala Disdikbud, Uswatun.

Usai meresmikan sekolah tersebut, Ganjar memberikan apresiasi kepada pemerintah Demak dan beberapa pihak yang sudah mengusakahakan berdirinya sekolah tersebut.

Ganjar juga sempat menceritakan awal mula berdirinya sekolah tersebut. Dia mengatakan berawal dari beberapa tahun yang lalu sekolah tersebut hanya memiliki beberapa orang murid saja.

Mengingat sekolah tersebut sebelumnya dikelola secara swadaya oleh Yayasan Pendidikan Luarbiasa (Yaspenlu) sejak tahun 1981.

"Dari tahun 80an ketika peserta didiknya hanya 6. Para pejuang SLB ini punya semangat yang hebat karena stetmasisasinya (Ucapan) terjadi, olok -olok di tengah masyarakat kepada anggota keluarga. Aabilkhusus, anak-anak penyangdang disabilitas atau anak memiliki kebutuhan khusus diejek tuli, gila jadi orang tua kemudian lebih baik menyembunyikan anaknya," kata Ganjar kepada awak media, Jumat (13/5/2022).

Dengan memiliki cerita perjuangan yang cukup keras, Ganjar menyampaikan bahwa Pemkab Demak sudah berusah untuk menderikan sekolah yang baik untuk para anak disabilitas di situ.

"Terus ada tokoh-tokoh yang hebat, dulu pegawai dari Pemkab Demak mereka peduli, setelah didirikan lama sekali tidak mendapatkan perhatian, kira-kira seperti itu," ujar Ganjar.

Karena perjuangan dari Pemkab Demak, dan cerita yang cukup tidak mengenakkan itu, pemerintah Provinsi Jawa Tengah, akhirnya mengambil alih sekolah tersebut menjadi sekolah negeri.

Ganjar pun berjanji, dengan pengambilalihan ini menjadi salah satu langkah untuk bisa meningkatkan fasilitas sekolah tersebut, supaya lebih maksimal lagi.

“Hari ini kita ambil alih kita negeri-kan, tanahnya nanti akan dibantu oleh bupati tapi diserahkan pada kita insyaallah kita akan bangun syukur-syukur nanti yang di sebelah juga bisa agar lebih bagus,” kata Ganjar usai acara.

Di kesempatan itu Ganjar berpesan pada guru untuk bersabar dan maksimal mendidik para siswa disabilitas. Apalagi sekolah punya sejarah panjang dengan hanya memiliki enam siswa dan mengalami berbagai stigmatisasi dari masyarakat.

“Itu menjadi impian kita semuanya dengan satu harapan anak-anak kita bisa mandiri. Ini butuh dukungan dari masyarakat agar tidak ada stigma negatif tapi berikanlah semangat kepada anak-anak ini. Mereka semua punya telanta yang bisa dikembangkan. Selamat Hari Pendidikan Nasional, tentu dengan pendidikan kita akan merubah nasib kita semunya,” tandas Ganjar.

 

 

2 dari 2 halaman

Berikan Bantuan Fasilitas

Selain meresmikan SLB N 1 Demak, Ganjar juga menyerahkan bantuan berupa alat bantu jalan hingga kursi roda. Saat ini, jumlah siswa di SLB N1 Demak sebanyak 250 siswa dengan tenaga pendidik sekitar 30 Guru.

Tak hanya itu, Ganjar juga sempat berdialog dengan wali murid, Ganjar juga sempat berbincang dengan dua orang guru yang turut sebagai perintis sekolah tersebut sejak tahun 1980-an. Mereka adalah Ridwan dan Ruslan.

Ganjar juga sempat berbincang dengan salah satu orang tua murid di sekolah tersebut, Yaitu Tuti dan Juyamin begitu bersemangat berdialog dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo,

Impian sebagai orangtua anak disabilitas akhirnya terwujud. Selama ini mereka sangat mendambakan fasilitas pendidikan yang mumpuni untuk anaknya.

“Alhamdulillah senang sekali, ini cita-cita saya terwujud jadi SLB Negeri. Semoga dengan SLB negeri pemerintah bisa lebih support,” kata Tuti

Tuti mengatakan, selama ini fasilitas pendukung pendidikan yang diterima anaknya belum maksimal. Dia berharap dengan diambil alih pemerintah provinsi, siswa didik SLB Negeri 1 Demak bisa mendapatkan pendidikan lebih mumpuni.

“Karena kami sebagai orangtua inginnya anak-anak bisa mandiri. Maka harapannya selain bangungn, fasilitas seperti alat-alat keterampilan bisa diberikan pak sesuai minat anak-anak,” tandas ibu dari Anindya, siswa kelas enam SLB N 1 Demak.

Senada disampaikan Juyamin. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha ikan olahan itu mengaku ini adalah penantian berakhir indah sejak tahun 2017-an. Juyamin yang akrab disapa Jay pun siap memberi sumbangsih pelatihan pengolahan ikan.