Sukses

Pemkot Semarang Terjun Langsung Tangani Tanggul Jebol Akibat Air Pasang Tinggi

Liputan6.com, Semarang Pemerintah Kota Semarang langsung bergerak untuk menangani tanggul jebol di wilayah Tanjung Mas. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi datang didampingi jajarannya, di antaranya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial, hingga Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang.

Secara langsung, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu juga tampak mengecek lokasi bersama Kapolrestabes Semarang Irwan Anwar, Dandim 0733 BS / Kota Semarang Honi Havana, serta sejumlah jajaran Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.

Hendi menyebutkan jika tanggul jebol terdeteksi di dua titik, yaitu di area sekitar PT Lamicitra Nusantara dan Kampung Ujung Seng. Penyebabnya sendiri dituturkan Hendi karena terjadinya air pasang tertinggi dalam waktu satu dekade terakhir di Kota Semarang.

"Puncak air pasang tertinggi sebelumnya terjadi bulan Juni tahun 2020 ketinggiannya 1,8 meter. Dan untuk hari ini ketinggian air pasang mencapai 2,1 meter. Jadi sebagian limpas, sebagian lagi membuat tanggul jebol," kata Wali Kota Semarang usai melihat secara langsung lokasi tersebut, Senin (23/5/2022).

Adapun dampak dari terjadinya musibah tanggul jebol sendiri diungkapkan Hendi dialami oleh sedikitnya warga di 6 RW.

"Sedulur-sedulur yang terdampak kami catat hingga saat ini sampai 6 RW di wilayah pesisir Kota Semarang, yang sebagian besar masyarakat tidak menghendaki mengungsi," tuturnya.

Untuk itu, Hendi pun menyebutkan akan menyiapkan segala keperluan warga yang saat ini tempat tinggalnya terendam air pasang. Dirinya pun menegaskan distribusi bantuan dimulai pada malam hari saat dirinya tiba di lokasi.

"Malam ini kita mulai kirimkan tiga ribu nasi bungkus, lalu juga ada dari Pak Kapolrestabes dan Pak Dandim, serta kawan-kawan swasta yang akan terlibat," jelasnya.

Terkait penanganan tanggul jebol sendiri Hendi menerangkan telah berkomunikasi dengan jajarannya di Dinas Pekerjaan Umum. Dia pun meyakinkan bahwa akan ada tanggul darurat yang akan diupayakan sejak dirinya tiba. Tanggul darurat tersebut dibangun dengan menumpuk karung berisi pasir.

"Kawan-kawan malam hari ini mulai membuat tanggul dari karung diisi pasir sebanyak mungkin. Pembuatan tanggul itu akan kita upayakan dari malam ini hingga besok dini hari," tegas Wali Kota Semarang itu.

Di sisi lain, Hendi juga mengungkapkan bila air pasang tinggi tidak hanya terjadi di Kota Semarang. Dia membeberkan jika beberapa kepala daerah di pesisir utara juga melaporkan hal yang sama.

"Tadi beberapa daerah di pesisir utara juga sudah mengeluhkan hal yang sama. Hanya di Kota Semarang ini di luar dugaan, karena ada satu titik yang selama ini aman - aman saja, tapi hari ini kita lihat kedalamannya 1 sampai 1,5 meter," ungkap Hendi.

 

2 dari 2 halaman

Ganjar Berdialog dengan Warga

Sementara, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo langsung mendatangi salah satu titik banjir di Jalan Arteri Yos Sudarso di atas jalan Ronggowarsito Semarang, Senin (23/5). Di lokasi, Ganjar bertemu sopir truk yang terjebak banjir.

“Mas, sampeyan gak iso mlebu? Macet kendaraane?” tanya Ganjar.

“Nggeh pak, mau ke pelabuhan tadi terus di sini sudah tinggi (robnya),” kata sopir truk.

Ganjar juga sempat berdialog dengan warga yang rumahnya tampak tergenang di bagian depannya. Menurut ibu-ibu tersebut, air mulai menggenangi daerah rumahnya sekitar pukul 14.00 wib.

“Jam kalih pak, naik terus sampai sekarang ini masih naik,” kata ibu-ibu bersama anaknya.

Sambil berdialog, Ganjar tampak terus menghubungi seseorang. Tertulis di layar ponselnya, Ganjar menghubungi GM Pelindo sebagai pengelola Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Gimana kondisinya di sana pak? Listrinya masih mati ya, katanya ada tanggul yang jebol itu bukan di pelabuhannya ya,” tutur Ganjar.

Panggilan tersebut berlangsung sekitar 10 menit. Gubernur Ganjar kemudian beranjak ke titik selanjutnya di ujung Jalan Arteri Yos Sudarso.

Saat itu, tampak sejumlah pejabat dari BBWS, Dinas PSDA Pemprov Jateng dan perwakilan dari Pemkot Semarang. Merek langsung terlibat perbincangan dan koordinasi terkait penanganan rob tersebut.

“Ya pak, dari pemkot saya minta pompa diabsen semua ya. Jalan terus itu karena untuk menghadapi psikologi masyarakat supaya tidak panik,” kata Ganjar kepada perwakilan Pemkot Semarang.

Ganjar juga meminta dari BBWS untuk mengkondisikan di wilayah Demak dan Pekalongan. Sebab kondisi serupa juga terjadi di sana.

“Informasinya disampaikan, jangan sampai masyarakat menerima hoaks. Nomor yang bisa dihubungi juga disiapkan nggih. Saya juga pantau terus,” ujar Ganjar seraya pamit.