Sukses

Kolaborasi Tekan Kasus Stunting di Purbalingga

Liputan6.com, Purbalingga - Stunting atau gizi buruk masih menjadi perhatian di Indonesia, tak terkecuali Purbalingga Jawa Tengah (Jateng). Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi disaksikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meluncurkan Program Isi Piringku Komunitas yang diinisiasi Danone Indonesia.

Program Isi Piringku Komunitas bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya edukasi kesehatan, gizi, dan pola asuh yang baik selama periode tumbuh kembang anak sebagai upaya inovatif, promotif, preventif menuju Generasi Emas 2045.

Menurut survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting atau gizi buruk di Indonesia sebesar 24,4 persen. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Mengenah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yakni 14 persen.

Kendati demikian, SSGI juga mencatat, angka stunting di Jawa Tengah (Jateng) turun hingga 7 persen selama 2021. Hal ini membuat angka kumulatif stunting Jateng saat ini berada di poin 19,9 persen.

Capaian itu berhasil melampaui target Sustainable Development Goals (SDGs) yang meminta angka stunting harus di bawah 20 persen pada 2030.

Menurut Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat ini sedang didata kembali ibu hamil, balita, anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas untuk menjadi dasar menentukan tindakan yang tepat untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Siapa yang bisa mengerjakan itu? Kita semua, jadi bagi peserta pelatihan hari ini, tularkan ilmunya,” kata Ganjar dalam siaran pers, Sabtu (28/5/2022).

Pelatihan dan program ini merupakan kerjasama Danone Indonesia dan mitra Resourceful Parenting Indonesia (RPI), yang diikuti lebih dari 700 ibu-ibu PKK dan relawan dari puskesmas di Purbalingga yang tersebar di 14 titik.

Puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah di desa-desa menjadi garda terdepan dalam pelayanan Kesehatan bagi ibu dan anak. Keberadaan mereka menjadi pelayanan kesehatan terdepan dari pemerintah dan bisa menjangkau masyarakat secara langsung.

Salah satu keunggulan dari program-program yang ada di Puskesmas adalah pemantauan rutin dari perkembangan balita, mulai dari usia 0 hingga 23 bulan yang terus dipantau dengan kartu sehat secara gratis. Balita dipastikan menerima ASI eksklusif dan ibu juga diberikan pengetahuan dan pemahaman terkait ASI.

Balita bisa dimonitor secara rutin oleh kader atau petugas yang dapat membantu mendeteksi bila ada kecurigaan ke arah stunting pada anak. Beberapa program di puskesmas sebagai upaya pencegahan stunting adalah POPM (Pemberian Obat Pencegahan Pasal) cacingan, penanggulangan diare, sanitasi dasar, peningkatan gizi dan edukasi pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan anak.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Peningkatan Kapasitas Kader

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Jusi Febrianto mewakili bupati Purbalingga menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas dukungan semua pihak yang mewujudkan pelatihan dan peningkatan kapasitas kader kesehatan di Kabupaten Purbalingga.

“Upaya bersama ini untuk mewujudkan SDM yang berkualitas untuk Indonesia, tidak saja secara keilmuan, tetapi juga secara kesehatan,” ucapnya.

Sementara, Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto menyampaikan terima kasih atas kepercayaan terus menerus yang diberikan kepada Danone Indonesia, sehingga baik dari PT Sarihusada Generasi Mahardhika maupun PT. Tirta Investama bisa terus berkontribusi memberikan edukasi nutrisi, hidrasi sehat dan kebersihan lingkungan yang menarik untuk anak anak dan juga keluarga.

Pada 2022, Program Isi Piringku juga akan memberikan edukasi kepada para orangtua dengan tujuan memperkuat pemahaman gizi seimbang di masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.