Sukses

Ketemu Ganjar Nenek Nur Pengungsi Banjir Rob Pekalongan Minta Dibelikan Chiken

Liputan6.com, Semarang - Nur Muzaenah (60) tampak semringah dan antusias menyambut kedatangan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di tempat pengungsiannya, Sabtu (29/5/2022). Meski sedang susah karena harus mengungsi, namun Muzaenah bersama warga lain bungah dengan kedatangan Ganjar.

Ganjar mengunjungi Pekalongan untuk mengecek penanganan banjir rob di daerah itu. Dua lokasi didatangi Ganjar, yakni pengungsian di Masjid Khusnul Khuluq, dan pengungsian di gedung PMI Pekalongan. Di gedung PMI itulah Ganjar bertemu Muzaenah.

Tak seperti pengungsi lain, Muzaenah berani ngobrol dengan Ganjar. Ia bercerita tentang banjir rob yang terjadi, dan kondisi pengungsi di tempat itu.

“Pengungsian nyaman Pak, cuman bosen makan sama tempe dan telur terus. Nanti kolesterol tinggi Pak. Pingin makan chiken Pak, itu lho ayam goreng yang ditepungi,” kata Muzaenah, disambut tepuk tangan para pengungsi lain.

Ganjar tertawa mendengar itu. Ia pun langsung memberikan uang pada anggota PMI untuk membeli chicken yang diminta pengungsi.“Ya wis nanti dibelikan ya, sama buah mau tidak? Biar sehat makan buah ya,” ucap Ganjar.

Di dua pengungsian itu, Ganjar menghibur pengungsi dengan guyonan khasnya. Ia meminta agar pengungsi sabar, karena penanganan banjir rob sedang dilakukan.

Saat menjenguk pengungsi di masjid, Ganjar menemukan ada pengungsi yang sakit akibat jatuh. Ia langsung meminta agar dibawa ke rumah sakit.

“Langsung ditangani mas, dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit. Biar segera pulih,” katanya.

 

Simak Video Pilihan Ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Kondisi Tanggul yang Jebol

Tanggul Jebol Sudah DitanganiGanjar mengatakan, sebenarnya apa yang menimpa Semarang dan Pekalongan ini mirip. Banjir rob diakibatkan adanya tanggul jebol.

“Tapi tadi Pak Wali Kota sudah menyampaikan bahwa tanggul jebol sudah tertutup. Sekarang tinggal proses pemompaan. Mungkin yang kita bantu adalah percepatan proses pemompaan agar cepat surut. Kalau kita lihat data dari BMKG, sekarang sudah tidak setinggi seperti pada hari Senin,” terang Ganjar.

Sama seperti di Semarang, Ganjar meminta pemerintah Kota Pekalongan melakukan patroli pada bagian-bagian tanggul yang berpotensi jebol. Jika ditemukan, maka segera diambil tindakan.

“Hitung-hitungannya kemarin pada saat saya melihat data dari BMKG, itu nanti ada di bulan Juni hingga Juli. Maka kita harus waspada dan mengantisipasi,” tegasnya.

Untuk kondisi pengungsi, Ganjar mengatakan semua dalam kondisi sehat dan bisa dihandle. Logistik masih tercukupi dan bantuan dari masyarakat juga banyak.

“Kondisi pengungsi alhamdullilah sehat-sehat. Makanannya cukup berlimpah. Hanya, tadi ada ibu-ibu karena ini mengungsinya di masjid, jadi agak licin, tadi kepleset. Sudah dibereskan oleh kawan-kawan BPBD, SAR, itu ada dokternya langsung datang cepat juga, sehingga penanganan responsifnya jalan,” ucap dia.

Tim Rembulan

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.