Sukses

Meninggal Tenggelam di Sungai Aare, Eril Anak Ridwan Kamil Bisa Berkategori Mati Syahid

Liputan6.com, Cilacap - Jasad Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, anak sulung Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat telah ditemukan. Berdasarkan informasi dari Kepolisian Swiss, Jasad Eril ditemukan pada hari Rabu (8/6) pukul 06.50 waktu Swiss.

Eril dinyatakan meninggal karena tenggelam di Sungai Aare Swiss. Seperti diketahui, kronologi tenggelamnya Eril bermula ketika sedang berenang dan gagal naik yang diduga disebabkan arus sungai yang sangat deras.

Berdasarkan fakta tersebut penyebab Eril meninggal dunia karena tenggelam. Dari sini muncul pertanyaan: Apakah Eril mendapat predikat mati syahid?

Mengutip NU Online bahwa orang yang meninggal karena tenggelam seperti Eril tersebut mendapat predikat syahid. Hal ini berdasarkan keterangan hadits Nabi SAW:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما تعدون الشهداء فيكم؟ قالوا : يا رسول الله، من قتل في سبيل الله فهو شهيد. قال إن شهداء أمتي إذا لقليل! قالوا: فمن هم يا رسول الله؟ قال من قتل في سبيل الله فهو شهيد، ومن مات في سبيل الله فهو شهيد، ومن مات في الطاعون فهو شهيد، ومن مات في البطن فهو شهيد، والغريق شهيد ) رواه مسلم (

Artinya: "Rasulullah saw menguji sahabatnya dengan pertanyaan, ‘Siapakah orang yang mati syahid di antara kalian?’ ‘Orang yang gugur di medan perang itulah syahid ya Rasulullah,’ jawab mereka. ‘Kalau begitu, sedikit sekali umatku yang mati syahid.’ ‘Mereka (yang lain) itu lalu siapa ya Rasul?’ ‘Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang meninggal di jalan Allah juga syahid, orang yang kena tha’un (wabah) pun syahid, orang yang mati karena sakit perut juga syahid, dan orang yang tenggelam adalah syahid,’ jawab Nabi Muhammad SAW.” (HR Muslim).

Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menerangkan hal serupa dengan hadits di atas. Hanya saja pada riwayat ini, Rasulullah saw menambahkan korban reruntuhan benda-benda berat sebagai orang yang mencapai derajat syahid.

وعن أبي هريرة رضي الله عنه، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الشهداء خمسة المطعون والمبطون، والغريق، وصاحب الهدم، والشهيد في سبيل الله متفق عليه

Artinya: “Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, ‘Orang yang mati syahid ada lima macam, yaitu orang yang kena tha’un (wabah), orang yang mati karena sakit perut, korban tenggelam, korban yang tertiban reruntuhan, dan orang syahid di jalan Allah.’ (HR Bukhari dan Muslim).

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

3 Derajat Syahid

Berdasarkan informasi hadits tersebut, ulama membagi tiga kriteria derajat syahid, yaitu syahid dunia dan akhirat; syahid akhirat, tidak di dunia; dan syahid di dunia, tidak di akhirat.

Ketiganya akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan amalnya sebagai keterangan Imam An-Nawawi atas hadits riwayat Muslim berikut ini.

قال العلماء المراد بشهادة هؤلاء كلهم غير المقتول فى سبيل الله انهم يكون لهم فى الآخرة ثواب الشهداء وأما فى الدنيا فيغسلون ويصلى عليهم وقد سبق فى كتاب الايمان بيان هذا وأن الشهداء ثلاثة اقسام شهيد فى الدنيا والآخرة وهو المقتول فى حرب الكفار وشهيد فى الآخرة دون أحكام الدنيا وهم هؤلاء المذكورون هنا وشهيد فى الدنيا دون الآخرة وهو من غل فى الغنيمة أو قتل مدبرا

Artinya: “Ulama mengatakan, mereka yang dianggap mati syahid adalah mereka yang gugur bukan di medan perang. Mereka di akhirat kelak menerima pahala sebagaimana pahala para syuhada yang gugur di medan perang. Sedangkan di dunia mereka tetap dimandikan dan dishalatkan sebagaimana penjelasan telah lalu pada bab Iman. Orang mati syahid terdiri atas tiga jenis. Pertama, syahid di dunia dan di akhirat, yaitu mereka yang gugur di medan perang. Kedua, syahid di akhirat, tidak di dunia, yaitu mereka yang disebut dalam hadits ini. Ketiga, syahid di dunia, tidak di akhirat, yaitu mereka yang gugur tetapi berbuat curang terhadap ghanimah atau gugur melarikan diri dari medan perang,

Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu berpendapat bahwa orang yang meninggal karena tenggelam tergolong syahid akhirat.

Syahid akhirat saja adalah seperti orang yang meninggal teraniaya tanpa adanya peperangan, meninggal akibat sakit perut, wabah penyakit, tenggelam, meninggal sebab berkelana, meninggal ketika mencari ilmu, menahan cinta (karena Allah), tercerai, berada di daerah musuh dan sebagainya,” tulisnya.

Atas dasar tersebut, maka meninggalnya Eril tersebut Insya Allah mendapat predikat ‘syahid akhirat’. Wallahu a’lam bi shawab.

Penulis: Khazim Mahrur

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.