Sukses

Kisah Haru Anak Buruh Tenun, Keluar Garis Kemiskinan Berkat Sekolah Gratis Pemprov Jateng

Liputan6.com, Semarang - SMKN Jawa Tengah (Jateng) dibangun dengan tujuan yang mulia, yakni untuk memutus rantai kemiskinan di Jateng. Sejalan dengan tujuan tersebut, maka sekolah ini dikhususkan untuk siswa yang berprestasi dari keluarga tidak mampu. 

Selama tiga tahun mengenyam pendidikan, siswa SMKN Jateng tidak dikenakan biaya pendidikan. Mereka juga bebas biaya asrama, seragam, hingga buku.

Fajar Jaka Surya merupakan salah satu alumnus SMKN Jateng yang sukses. Ia yang awalnya terpentok masa depan karena gara-gara tak ada biaya sekolah, kini sudah berhasil kerja di sebuah perusahaan di Kalimantan. 

Anak buruh tenun ini mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Atas bantuannya, ia dan kawan-kawannya bisa bersekolah tanpa dipungut biaya apapun.

“Saya ingin menyampaikan pesan dari ibu terima kasih banyak buat pak gubernur Pak Ganjar Pranowo. Saya tengah bersekolah di SMKN Jawa Tengah yang tidak dipungut biaya apapun,” katanya seperti dikutip dari video yang diunggah Instagram @ganjar_pranowo, Minggu (19/6/2022).

Dengan hadirnya sekolah negeri gratis ini, ibunda Fajar, Darini merasa terbantu. Ucapan terima kasih kepada Ganjar juga disampaikan oleh Darini.

“Terima kasih untuk pak gubernur  sudah menyediakan sekolah gratis ini,” kata ibunda Fajar saat upacara pelepasan siswa SMKN Jateng.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

2 dari 2 halaman

Keluar dari Garis Kemiskinan

Kini seragam putih abu telah dilepas Fajar bersama 262 siswa lainnya. Fajar diterima kerja di PT Buma Kalimantan Timur. Sementara teman-temannya diterima di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga Polri.

“80 persen lulusan masuk kerja di perusahaan bonafit dengan gaji tinggi. Dan inilah tujuan SMK Jateng. Bukan hanya mengubah masa depan anak-anak dari suram jadi cemerlang. Juga memutus rantai kemiskinan,” tutur Ganjar Pranowo.

“Dengan penghasilannya yang lumayan, Fajar bisa membantu ekonomi keluarganya hingga keluar dari garis kemiskinan,” Ganjar menuturkan.