Sukses

Perjalanan Panjang Nasida Ria, Grup Musik Kasidah yang Viral Usai Tampil di Jerman

Liputan6.com, Semarang - Grup musik kasidah Nasida Ria asal Semarang tengah menjadi sorotan warganet di media sosial. Seusai penampilan grup musik di panggung festival musik di Jerman yang disorot dunia internasional.

Nasida Ria diketahui tampil dalam sebuah event di Jerman bernama Documenta Fifteen. Sebuah video yang viral menunjukkan penampilan Nasida Ria di Jerman, yang dinikmati banyak pengunjung lokal dan dinikmati oleh para penontonnya.

Di Instagram-nya, Nasida Ria mengunggah momen-momen selama mereka berada di Jerman. Mulai dari latihan, melakukan soundcheck, hingga saat tampil. Dalam video yang viral di media sosial terlihat grup Nasida Ria ini membawakan lagu "Perdamaian".

Lagu "Perdamaian" yang dibawakan ini membuat banyak penonton turut merasa terhibur. Bahkan, tak sedikit pula penonton bagi warga Indonesia ataupun warga lokal yang turut berjoget saat Nasida Ria tampil.

Grup musik kasidah tersebut memang sudah akrab dengan para penikmat musik Indonesia karena kerap tampil di panggung festival anak muda, seperti Synchronize Festival. Nasida Ria dikenal sebagai grup musik kasidah modern yang melegenda di Indonesia.

Dikutip dari berbagai sumber, grup musik ini lahir pada tahun 1975 di daerah kauman yang ada di Kota Semarang, Jawa Tengah. H. Muhammad Zain beserta sang istri Hj. Mudrikah Zain adalah orang di balik keberadaan grup musik perempuan ini.

Mereka membentuk Nasida Ria dengan tujuan untuk berdakwah atau menyebarkan ajaran Islam melalui musik. Tak heran, lagu-lagu yang dibawakan Nasida Ria semuanya memiliki pesan kebaikan yang juga diajarkan dalam agama.

Lagu-lagu mereka seperti "Jangan Main Cerai", "Kota Santri", "Surga di Telapak Kaki Ibu", dan lain-lain. Nasida Ria telah menghasilkan ratusan karya lagu di sepanjang perjalanan kariernya, dan hingga kini masih dapat dinikmati oleh masyarakat.

Beragam penghargaan pun berhasil mereka kumpulkan. Nama Nasida Ria sendiri berasal dari kata "Nasyid" yang berarti lagu-lagu atau nyanyian dan kata "Ria" yang artinya gembira atau bersenang-senang.

Di bawah pimpinan H. Malik Zain, Nasida Ria terus bersinar di industri musik Tanah Air hingga tahun 2000-an dengan penuh kegembiraan. Sisi gembira itu salah satunya ditunjukkan dengan nuansa semarak dari kostum atau seragam yang mereka kenakan saat tampil di atas panggung.

Baju berwarna dan tetap berpedoman pada syariat Islam adalah ciri khas Nasida Ria hingga saat ini. Diakui personilnya, nama Nasida Ria mulai mencuat setelah gelaran MTQ di Bandar Lampung pada 1975.

Pada awal masa terbentuk, Nasida Ria belum lah memiliki album sendiri. Album pertama mereka baru selesai di tahun 1978 dengan judul Alabaladil Mahbub.

Saksikan video pilihan berikut ini: