Sukses

Pamor Nasi Liwet Solo yang Tak Pernah Redup

Liputan6.com, Solo - Nasi liwet khas Jawa menjadi kuliner yang terkenal hampir diseluruh pelosok nusantara, terutama di kawasan Solo, Jawa Tengah. Nasi liwet yang kemudian dikenal sebagai kuliner khas Solo, Jawa Tengah ini merupakan kuliner otentik tanpa dipengaruhi budaya dari luar.

Nasi liwet awalnya dicetuskan oleh masyarakat di Desa Menuran dan Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo pada 1930-an. Mereka membuat nasi liwet dan menjualnya sebagai pekerjaan keseharian.

Lambat laun, nasi liwet rupanya memiliki banyak peminat, bahkan sampai ke sekitar wilayah Solo.  Dikutip dari berbagai sumber, pamor nasi liwet semakin naik ketika keluarga bangsanwan Kadipaten Mangkunegaran tertarik dengan menu yang dijual pedagang di sekitar keraton.

Nasi liwet kemudian menjadi salah satu hidangan di dalam kerajaan. Sesuai namanya, nasi liwet Solo dimasak dengan teknik liwet, yaitu memasak nasi dengan cara merebus sehingga tekstur nasi pulen.

Nasi liwet menggunakan santan kelapa sebagai pengganti air. Tujuannya penggunaan santan kelapa yang memberi citar asa gurih pada nasi liwet.

Sementara untuk aroma harumnya berasal dari daun salam dan batang serai.  Biasanya, satu set menu nasi liwet khas Solo disantap dengan aneka pelengkap, seperti sayur labu siam, ayam suwir, telur pindang, dan sedikit areh (kuah santan kental).

Penyajiannya di atas daun pisang yang dibuat berbentuk  pincuk sehingga mampu memberi wangi khas yang memikat. Selain dijual secara bebas, nasi liwet juga kerap disajikan saat tradisi kebudayaan.

Misalnya saja saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau sekaten. Selain itu nasi liwet juga biasa disajikan dalam upacara adat Wilujeng Jawa, seperti saat malam malam midodareni yang merupakan syukuran sebelum upacara pernikahan berlangsung.

Saksikan video pilihan berikut ini: