Sukses

Viral Puluhan Anggota TNI Ribut dengan Sopir Angkot Dipicu Pengeroyokan Danyon

Liputan6.com, Semarang - Kabar keributan antara anggota TNI dan sopir angkot bikin heboh warganet, terutama di Sukabumi, Jawa Barat.

Kabar ini diunggah oleh @infokomando.official dalam akun Instagram dan sejumlah akun lainnya.

@infokomando.official menggunggah video disertai keterangan mengenai keributan tersebut.

Dalam unggahannya, akun ini menulis bahwa keributan tersebut berawal saat kendaraan Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 310/Kidang Kencana, Mayor Inf Yudhi Hariyanto diserempet oleh angkot 09 di tengah jalan, di Cicurug, Sukabumi.

Sopir Danyon dan ajudan lantas beradu mulut dengan sopir angkot tersebut. Belakangan, adu mulut itu menjurus ke kekerasan atau perkelahian.

Saat itu, Danyon yang berusaha melerai dan menghentikan perkelahian justru mendapat serangan (dikeroyok) sopir angkot lainnya.

Tidak lama berselang, tiba dua kendaraan truk berisi puluhan anggota TNI di lokasi dan memberikan bantuan kepada rekannya yang dikeroyok sopir angkot.

Sebanyak lima orang sopir angkot yang terlibat pengeroyokan Danyonif 310/KK berhasil diamankan.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Klarifikasi Kodam III/Siliwangi

Kabar ini lantas viral di dunia maya. Beragam komentar membanjir di akun tersebut. Video tersebut juga diunggah ulang di sejumlah akun lain dan platform media sosial lainnya.

Terkait kabar Danyon dikeroyok ini, Kodam III/Siliwangi memberikan klarifikasi.

Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto angkat bicara terkait kabar keributan yang viral di media sosial, melibatkan prajurit Anggota TNI Angkatan Darat (AD) dengan sopir angkot di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu malam (16/7).

Mengutip merdeka.com, Arie menjelaskan keributan tersebut hanya sebatas adu argumen antara prajurit dengan sopir angkot dan tidak sampai terlibat pengeroyokan.

"Nggak (bukan pengeroyokan) gak sampe pengeroyokan lah," kata Arie saat dikonfirmasi merdeka.com, dikutip Selasa (19/7/2022).

Menurutnya, keributan itu terjadi hanya karena salah paham saat rombongan yang dipimpin Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 310/Kidang Kencana, Mayor Inf Yudhi Hariyanto, melintas tepatnya di sekitar SPBU Cicurug.

 

 

3 dari 3 halaman

Nasib 5 Sopir Angkot yang Ditangkap

Namun sopir angkot 09, lanjut Arie, malah tidak memberikan prioritas terhadap konvoi tersebut. Alhasil ketika ditegur sopir rombongan TNI, sopir angkot malah tidak mengindahkan dan terjadilah keributan.

"Iya, kan kalau kita konvoi kan kita yang didahulukan. Termasuk ambulans, damkar. Nah saat itu, malah dihalangi pas mau belok kok tidak dikasih," ucapnya.

"Akhirnya dia (angkot) gak mau mundur juga gitu. Nah abis itu kan Danyon adu argumen, tapi kedengaran sama prajurit itu dikeroyok, padahal melerai Danyon itu, ya melerai mundur-mundur gitu lah kira-kira," tambah Arie.

Adapun terkait kejadian ini, Arie mengatakan bahwa keributan ini telah diselesaikan secara damai. Termasuk lima sopir angkot yang sempat diamankan untuk dimintai keterangan pun telah dilepaskan.

"Iya. Cuman diambil keterangan, dan sudah di lepaskan. Jadi cuman gitu," tuturnya.

Tim Rembulan

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS