Sukses

5 Jajanan Jadul yang Masih Eksis hingga Sekarang, Ada Inovasi Rasa

Liputan6.com, Yogyakarta - Menonton TV, nongkrong, membaca buku, atau sekadar melihat lini masa sosial media memang paling cocok jika sambil mengunyah cemilan. Saat ini, banyak jenis camilan yang bisa dijadikan teman bersantai.

Di tengah menjamurnya pilihan makanan ringan di pasaran, ada beberapa jajanan jadul yang masih eksis hingga saat ini. Beberapa jajanan jadul berikut masih eksis hingga saat ini dan telah mengalami berbagai inovasi rasa.

1. Mi Lidi

Mi lidi adalah salah satu snack jadul yang bisa dengan mudah ditemukan di sekolah-sekolah atau warung sekitar. Mi lidi berbentuk panjang lurus dan disajikan sebagai camilan kering dengan beragam bumbu pilihan.

Jika zaman dulu mi lidi hanya disajikan dengan bumbu asin atau pedas, saat ini mi lidi sudah mengalami berbagai inovasi varian rasa. Tak hanya asin dan pedas, saat ini mi lidi sudah tersedia dalam rasa jagung bakar, barbeque, dan masih banyak lagi.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Rengginang

2. Rengginang

Awanya rengginang diciptakan oleh masyarakat atas ketidaksengajaan. Masyarakat dahulu ingin membuat tapai ketan, sayangnya bahan ragi yang digunakan sebagai bahan utama tidak tersedia.

Akhirnya beras ketan yang sudah dikukus pun dibentuk bulat kecil, dijemur, kemudian digoreng. Nyatanya, justru banyak orang yang menyukai cita rasa jajanan jadul satu ini.

Hingga kini, rengginang masih menjadi salah satu camilan yang disediakan saat Lebaran. Awalnya, camilan yang satu ini memiliki cita rasa yang gurih dan asin, kemudian berkembang hingga memiliki bentuk unik dengan berbagai varian rasa , salah satunya rasa pizza.

3. Marning Jagung

Marning jagung adalah salah satu jajanan jadul yang berasal dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Camilan yang satu ini juga menjadi salah satu oleh-oleh khas kabupaten tersebut.

Sesuai dengan namanya, marning jagung berbahan utama jagung kering yang digoreng. Rasanya pun bervariasi, ada manis, asin, dan pedas manis.

 

 

 

3 dari 3 halaman

Gulali

4. Gulali

Nama asli gulali adalah arbanat. Namun, ada juga yang menyebut gulali dengan nama arum manis dan rambut nenek.

Awalnya, makanan ini berwarna putih seperti uban, maka dinamakanlah rambut nenek. Namun, seiring berjalannya waktu, rambut nenek mulai dibuat dengan berbagai macam warna.

Gulali terbuat dari gula pasir, tepung terigu, pewarna makanan, dan air. Rasa manisnya sangat cocok dijadikan cemilan saat berkumpul bersama teman atau kekuarga.

5. Semprong

Kue semprong adalah jajanan kue kering yang berbentuk silinder panjang seperti pipa dengan rasa khas dan unik. Rasa dan tekstur kue semprong mirip dengan kue krumkake yang berasal dari Norwegia.

Bedanya, bentuk kue krumkake seperti terompet lebar dan mengerucut. Sementara kue semprong berbentuk gulungan memanjang seperti silinder dengan rasa gurih yang berasal dari santan.

Sama seperti rengginang, kue semprong biasa dijadikan suguhan saat Hari Raya Lebaran tiba.

(Resla Aknaita Chak)

 

 

 

 

 

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS