Sukses

5 Buku Ini Wajib Dibaca Jika Ingin Tingkatkan Kualitas Diri

Liputan6.com, Semarang - Melakukan aktivitas produktif saat akhir pekan memang banyak bentuknya, salah satunya dengan membaca buku. Tak hanya meningkatkan kualitas otak, membaca buku juga bisa meringankan gejala depresi dan Stress, menstimulasi mental, melatih kemampuan menganalisa, serta menambah wawasan, pengetahuan, dan kosakata.

Salah satu buku yang bisa dijadikan referensi untuk meningkatkan kualitas diri adalah buku-buku self improvement. Buku self improvement umumnya memuat tulisan yang dapat membantu pembacanya untuk berpikir kritis, menilai diri, dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Di bawah ini, terdapat beberapa rekomendasi buku untuk tingkatkan kualitas diri yang menarik untuk dibaca:

1. Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Buku ini ditulis oleh seorang blogger serta penulis, Mark Manson. Dalam bukunya, ia memaparkan kiat-kiat agar seseorang bisa berhasil dan benar-benar hidup dan tak hanya mengharapkan hal-hal baik terjadi.

Buku ini mengajari setiap pembacanya untuk berani menghadapi semua perasaan dan kejadian yang selama ini dihindari dan dapat menjadi pribadi lebih baik.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Tak Apa-Apa Tak Sempurna

2. Tak Apa-Apa Tak Sempurna

Buku karya Brene Brown ini menjelaskan bahwa ketidaksempurnaan bukanlah hal yang buruk. Terkadang, seseorang tidak perlu terlalu memikirkan kata orang mengenai diri sendiri.

Sebaliknya, penulis mengajak pembacanya untuk perlahan belajar menerima kekurangan diri. Buku ini masuk dalam kategori paling laris versi The New York Times dan sudah direkomendasikan oleh banyak orang di Goodreads.

3. Berani Tidak Disukai

Buku karya Ichiro Kisimi dan Fumitake Koga ini menjelaskan ajaran filsuf Austria abad ke-19, Alfred Adler, mengenai cara manusia mengamalkan hidupnya. Dalam buku ini memberikan jawaban mengenai fenomena mengurung diri di kamar atau anti sosial di Jepang.

Ada lima bab di buku ini, setiap babnya akan mengajak pembaca untuk belajar memutuskan arah hidup, menghilangkan trauma masa lalu, dan menghadapi beban ekspektasi orang lain. Pembaca akan dipandu untuk mengerti konsep memaafkan diri sendiri, mencintai diri, dan membuang hal-hal yang tidak penting dari pikiran.Add Text

3 dari 3 halaman

Filosofi Teras

4. Filosofi Teras

Karya Henry Manampiring Ini menjadi mega best seller dan memenangkan penghargaan Book of The Year di Indonesia International Book Fair 2019. Buku ini pun kembali hadir dengan sampul baru.

Buku ini membantu pembaca dalam menerapkan hidup ala filsafat stoa atau stoisisme yang berasal dari Yunani. Penulis membuat stoisisme lebih mudah dicerna dengan kata filsafat teras.

Pembaca akan menemukan cara mengatasi emosi negatif dan menghasilkan mental yang tangguh dalam menghadapi naik-turunnya kehidupan. Buku ini ditulis dengan bahasa yang sederhana, praktis, dan relevan dengan kehidupan masa kini, sehingga akan mudah dicerna.

5. Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa

Setelah buku "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta" yang ditulis untuk menemani kaum-kaum patah hati agar mampu bangkit kembali, Alvi Syahrin kembali melahirkan buku ini yang sampai sekarang masih menjadi best seller. Buku ini akan membantu pembaca untuk jadi lebih tenang.

Bagi pembaca yang khawatir akan masa depan dan melihat pencapaian teman yang jauh di depan, buku ini seolah mengingatkan bahwa hidup bukan ajang balapan. Buku ini akan menemani pembaca dalam berproses tanpa harus merasa diburu waktu.

(Resla Aknaita Chak)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS